Rahasia Supaya Jadi Pembicara yang Enak Ditonton
Rahasia Supaya Jadi Pembicara yang Enak Ditonton -“Watchability.” Baik spell checker maupun kamus online bilang kalau kata ini nggak ada. Tapi, saya tetap mau pakai karena menurut saya, kemampuan untuk “enak ditonton” adalah salah satu hal paling penting bagi seorang pembicara.
Musim panas ini, saya menghadiri konvensi tahunan National Speakers Association. Pembicara pembuka acaranya menurut saya luar biasa. Tapi kalau dilihat secara teknis, sebenarnya cara bicaranya jauh dari sempurna. Dia terus bergerak ke sana kemari di atas panggung, sering keluar dari pencahayaan, bahkan sempat melihat jam saat berbicara. Tapi tetap saja, saya nggak bisa berhenti memperhatikannya. Ada sesuatu dari gaya dan caranya berbicara yang bikin saya terus terpaku. Pasti orang lain juga berpikiran sama—soalnya, nggak mungkin dia bisa jadi pembicara pembuka kalau dia dianggap nggak bagus.
Jadi, apa sih yang dimaksud dengan “watchability”? Sederhananya, ini adalah kemampuan seorang pembicara untuk membuat orang betah menonton dan mendengarkannya. Yang menarik adalah, kalau kamu punya “watchability,” sekalipun ada kesalahan atau materi serta penyampaianmu kurang sempurna, audiens tetap bakal menikmati presentasimu.
Tentu saja, tujuan utama adalah punya konten yang bagus, cara penyampaian yang kuat, dan tetap enak ditonton. Masalahnya, kalau konten dan teknik berbicara bisa dinilai dengan jelas, “watchability” ini sifatnya lebih abstrak. Kita bisa mengomentari cara seseorang bergerak di panggung, ekspresi wajahnya, atau bagaimana dia mengatur nada suara dan kecepatan berbicara. Tapi “watchability” itu seperti kharisma—sulit dijelaskan secara spesifik, tapi kita tahu saat melihatnya.
Dari pengalaman saya, ada beberapa hal yang selalu dilakukan oleh pembicara yang enak ditonton:
1. Mereka Jadi Diri Sendiri
Pembicara yang enak ditonton selalu berbicara dengan gaya mereka sendiri. Mereka berbicara dari hati, nggak menggunakan kata-kata orang lain, dan nggak memaksakan gerakan yang diajarkan oleh pelatih. Saat mendengar mereka berbicara, kita bisa merasa bahwa kalau ngobrol dengan mereka di meja makan pun, mereka akan berbicara dengan cara yang sama.
2. Mereka Nyaman di Panggung
Pembicara yang menarik selalu terlihat santai dan nyaman di atas panggung. Ada dua alasan utama:
1) Mereka berpengalaman dan benar-benar menguasai materi yang dibawakan.
2) Mereka nggak takut gagal. Mereka memang ingin menyampaikan pesan mereka dengan baik dan menyenangkan audiens, tapi mereka juga nggak terobsesi dengan hal itu. Mereka cukup percaya diri untuk naik ke panggung dan melakukan yang terbaik. Kalau audiens menyukainya, itu bagus. Kalau tidak, ya bukan akhir dunia.
3. Mereka Menikmati Momen
Pernah lihat pembicara yang kelihatan nggak pengen ada di atas panggung? Bahkan pembicara profesional pun kadang terlihat seperti itu. Pembicara yang enak ditonton selalu menikmati momen mereka. Bahkan jika topiknya serius, mereka tetap terlihat ingin ada di sana. Mereka melihat kesempatan berbicara di depan orang banyak sebagai sebuah kehormatan dan kesempatan, bukan beban.
Entah itu karena gugup, arogan, kelelahan, atau faktor lainnya, kalau seorang pembicara kelihatan lebih ingin ada di tempat lain, audiens pasti bisa merasakannya.
Jadi, coba terapkan tiga hal ini: jadilah diri sendiri, nyaman di panggung, dan nikmati momen. Tanpa harus mengubah sepatah kata pun dari materi yang kamu bawakan, kamu bisa langsung meningkatkan kualitas presentasimu secara drastis.
Singkatnya, kamu akan menjadi “enak ditonton.”